Pasti artikel ini suatu saat akan bermanfaat buat Razka...
Tips Untuk Mencatat Efektif Bagi Anak
By: PS
Published Mar 10, 2010
Tips Untuk Mencatat Efektif Bagi Anak
Dalam proses belajar di dalam kelas, anak-anak harus memastikan bahwa mereka tidak ketinggalan informasi apapun dari guru. Mereka perlu mempunyai kemampuan khusus dalam mencatat agar pada saat test berlangsung, pertanyaan yang diberikan dapat dijawab dengan baik.
Berikut adalah tips yang bisa dibagikan kepada anak, agar mereka dapat mencatat lebih efektif:
Mendengarkan secara aktif
Tanyakan kepada diri sendiri, "Apa yang guru harapkan dari aku untuk belajar? Mengapa? Apa yang dia katakan? Bagaimana hal itu berhubungan dengan subjek? Apakah itu penting? Apakah itu sesuatu yang harus saya pastikan untuk ingat? " Mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini akan memudahkan untuk memisahkan apa yang penting dari apa yang tidak penting.
Mengamati aktif
Perhatikan petunjuk-petunjuk yang didapat dari guru dan bahan bacaan. Petunjuk dalam bahan bacaan dapat berupa judul, huruf tebal, huruf miring, gambar, grafik, dan diagram. Beberapa buku yang menguraikan bab yang berisi topik penting. Lihat pada bagian dan bab ringkasan. Catat kesimpulan penulis atau guru. Selain itu, perhatikan petujuk fisik dari guru. Setiap guru memiliki gaya yang unik, kita dapat menangkap poin penting dengan menjadi akrab dengan gaya itu. Aktifkan antena untuk ekspresi wajah, gerak tangan, gerakan tubuh dan saat guru menaikkan atau menurunkan suara. Perhatikan ketika ia mengulangi sebuah ide atau kata-kata, dan penuh perhatian pada apa yang ia menulis di papan tulis. Pastikan untuk selalu duduk di bagian depan - akan lebih mudah untuk menangkap petunjuk penting seperti itu.
Berpartisipasi
Jika tidak memahami sesuatu atau memiliki pertanyaan tentang hal itu, bertanyalah! Bergabung dalam diskusi. Beberapa orang menahan diri, mencemaskan pikiran orang lain. Survei menunjukkan bahwa orang-orang dalam audiens biasanya berpartisipasi. Lagi pula hal terburuk apa yang orang lain pikirkan - bahwa kita egois karena ingin mendapatkan pengetahuan baru?
Preview
Jika kita tahu apa yang akan dibahas oleh guru, preview materi dan mencari informasi sebanyak mungkin tentang materi itu sebelumnya. Memiliki beberapa pengetahuan akan membantu kita mengidentifikasi poin penting dalam proses pembelajaran. Kita juga akan mengetahui konsep-konsep yang tidak jelas, sehingga kita dapat mempersiapkan diri untuk mengajukan pertanyaan. Ketika kita mendengar sekilas informasi, kita akan lebih mudah untuk melihat bagaimana sesuatu informasi itu dalam gambaran besarnya. Preview adalah salah satu cara yang paling efektif untuk memahami dan menjamin kesuksesan.
Buatlah Auditory Visual
Catatan kita harus menjadi sesuatu yang pribadi dan bermakna, seperti halnya foto. Pernahkah kita memperhatikan bagaimana sebuah foto dari sebuah liburan atau acara penting lainnya membawa kenangan – sesuatu yang tak mungkin akan terlupakan? Ketika mengambil informasi, snap informasi dengan menambahkan asosiasi visual seperti simbol atau gambar. Dengan cara ini catatan yang jika ditinjau beberapa bulan kemudian, akan memudahkan kita untuk mengingat materi yang kita tahu bahwa materi itu penting dan siap untuk dipergunakan lagi sekarang.
Membuat Review itu Mudah
Bila membuat catatan, tulislah hanya pada satu sisi kertas. Gunakan satu lembar, bukan kertas dalam buku catatan. Setelah selesai mencatat, kita dapat meletakkan catatan itu di depan kita atau bisa juga digantung di dinding ketika akan kita review.
Akan lebih baik bila juga menyalin catatan penting ke dalam bentuk kartu-kartu, agar kita dapat bawa kemana-mana. Ketika berdiri dalam antrean, naik bus, atau menunggu untuk kelas untuk memulai.Jika anak menerapkan tips untuk mencatat ini, mereka akan lebih terorganisir dan lebih siap untuk menangani apa pun yang datang dengan cara mereka. Bahkan mereka akan memohon kepada gurunya, “Berilah kami test!”
Sumber: www.supercampblog.wordpress.com
Kamis, 18 Maret 2010
Kamis, 04 Maret 2010
"Bunda jangan ke kantor"
Ini dia rengekan terbaru Razka setiap melihat bundanya sudah siap dengan baju kantor.
"Bunda mau andi ya?"
"Anti aju?"
"Aju apa?"
Tanya beruntun.
"Iya Razka bunda harus ke kantor, nanti sore kan pulang" jawab saya selembut mungkin.
Seketika itu tangisannya pecah. Ach.... menambah berat langkah ini. Doakan bunda ya nak.... doakan bunda....
Andai saja bunda bisa langsung menjawab permintaanmu.
"Bunda mau andi ya?"
"Anti aju?"
"Aju apa?"
Tanya beruntun.
"Iya Razka bunda harus ke kantor, nanti sore kan pulang" jawab saya selembut mungkin.
Seketika itu tangisannya pecah. Ach.... menambah berat langkah ini. Doakan bunda ya nak.... doakan bunda....
Andai saja bunda bisa langsung menjawab permintaanmu.
"Aku gak sakit bunda..."
Mendadak kehadiran kami menjadi seperti sepasang monster bagi Razka di saat waktu minum obat.
Ada aja alasannya.... dan tiba-tiba pula Razka jadi super duper susah minum obat kalau lagi sakit. Padahal beberapa waktu lalu dia dengan sukarela minta obat bila dirasa badannya mulai gak enak. Kenapa ya???? sejumlah tandatanya berkecamuk di benak kami.
Maunya sih memang tidak mudah memberikan obat, tapi kalau sudah seminggu lebih masih saja batuk pilek ditambah panas tinggi, mana ada yang tega membiarkannya sakit seperti itu.
Segala upaya sugesti positif telah dilakukan tetap saja tutup mulut.
Terpaksa pakai cara terakhir, di'cangar' daripada diagnosa dokter bronchitis ini bertambah parah menjadi penumoni :'(
Kadang kami ingin tersenyum setiap Razka mengelak bahwa dia sakit maupun suhu tubuhnya panas. Misalkan ketika kami cek suhu tubuhnya, Razka berujar dengan tenang "gak usah pegangin, gak panas, cuma anget doang" atau dia berusaha menghibur kami "bunda, aku gak sakit". Duh kalau sudah begitu membuat emosi kami makin campur aduk mau tertawa, terharu dan sedih. Piye tho nak.....
Razka, we just want you to get well soon.
Be health and cheers ya nak....
We love you so so much.
Ada aja alasannya.... dan tiba-tiba pula Razka jadi super duper susah minum obat kalau lagi sakit. Padahal beberapa waktu lalu dia dengan sukarela minta obat bila dirasa badannya mulai gak enak. Kenapa ya???? sejumlah tandatanya berkecamuk di benak kami.
Maunya sih memang tidak mudah memberikan obat, tapi kalau sudah seminggu lebih masih saja batuk pilek ditambah panas tinggi, mana ada yang tega membiarkannya sakit seperti itu.
Segala upaya sugesti positif telah dilakukan tetap saja tutup mulut.
Terpaksa pakai cara terakhir, di'cangar' daripada diagnosa dokter bronchitis ini bertambah parah menjadi penumoni :'(
Kadang kami ingin tersenyum setiap Razka mengelak bahwa dia sakit maupun suhu tubuhnya panas. Misalkan ketika kami cek suhu tubuhnya, Razka berujar dengan tenang "gak usah pegangin, gak panas, cuma anget doang" atau dia berusaha menghibur kami "bunda, aku gak sakit". Duh kalau sudah begitu membuat emosi kami makin campur aduk mau tertawa, terharu dan sedih. Piye tho nak.....
Razka, we just want you to get well soon.
Be health and cheers ya nak....
We love you so so much.
Rabu, 09 Desember 2009
"Mattawot"
"Bunda.... mattawot, mattawot" Razka merengek
"Mattawot..." mulai deh mengiba
Hal ini selalu dilakukan setiap kali kami melalui...
INDOMARET!!!
Halaahhhh :p
*jauh panggang dari api*
"Mattawot..." mulai deh mengiba
Hal ini selalu dilakukan setiap kali kami melalui...
INDOMARET!!!
Halaahhhh :p
*jauh panggang dari api*
Kamis, 03 Desember 2009
Sekuntum Bunga Sepatu
"Bunda....." teriak Razka berlari masuk dari jalan-jalan paginya.
"Iya nak...." jawabku tak kalah seru.
Tubuh setengah gempalnya hampir saja menubrukku, saking cepatnya berlari seraya mengulurkan kedua tangan mungilnya ke arah ku. Dan... "Ini" ujarnya polos. What a surprise.... Razka memberikan sekuntum bunga sepatu yang sudah pasti dipetiknya dari koleksi rumah tetangga :D
"Thank you so much baby. Uch so sweet. You really my good boy" ujar saya berseri-seri dan 'mbrebes mili'. Razka tersipu malu dan ngeloyor pergi.
Semenit kemudian Razka berbalik ke tempat saya berdiri takjub dan dengan wajah polos berkata "Mbang bawa, wat oma aja" (baca: kembangnya di bawa buat oma saja) GUBRAK saya ke-ge-er-an :p
Ternyata tadi cuma simulasi ya, batin saya. Baiklah nak, mari bunda antar Razka ke rumah oma, seperti biasa setiap pagi. Gak apa, bunda berbesar hati kok. Memang bunga itu seharusnya buat oma. Sebagai tanda terima kasih bunda pada oma atas keikhlasannya menjaga Razka setiap hari.
Saya yakin hal seperti ini juga sering terjadi pada ibu bekerja yang mempercayakan pengasuhan buah hatinya pada orang tua, mertua atau siapa saja yang dipercayanya. Dan kerelaan ibu bekerja untuk membagi cinta anaknya pada "sang pengasuh". Serta kebesaran hati menerima kenyataan bahwa terkadang si anak lebih 'lulut' pada 'pengasuhnya'.
say it with flower :)
"Iya nak...." jawabku tak kalah seru.
Tubuh setengah gempalnya hampir saja menubrukku, saking cepatnya berlari seraya mengulurkan kedua tangan mungilnya ke arah ku. Dan... "Ini" ujarnya polos. What a surprise.... Razka memberikan sekuntum bunga sepatu yang sudah pasti dipetiknya dari koleksi rumah tetangga :D
"Thank you so much baby. Uch so sweet. You really my good boy" ujar saya berseri-seri dan 'mbrebes mili'. Razka tersipu malu dan ngeloyor pergi.
Semenit kemudian Razka berbalik ke tempat saya berdiri takjub dan dengan wajah polos berkata "Mbang bawa, wat oma aja" (baca: kembangnya di bawa buat oma saja) GUBRAK saya ke-ge-er-an :p
Ternyata tadi cuma simulasi ya, batin saya. Baiklah nak, mari bunda antar Razka ke rumah oma, seperti biasa setiap pagi. Gak apa, bunda berbesar hati kok. Memang bunga itu seharusnya buat oma. Sebagai tanda terima kasih bunda pada oma atas keikhlasannya menjaga Razka setiap hari.
Saya yakin hal seperti ini juga sering terjadi pada ibu bekerja yang mempercayakan pengasuhan buah hatinya pada orang tua, mertua atau siapa saja yang dipercayanya. Dan kerelaan ibu bekerja untuk membagi cinta anaknya pada "sang pengasuh". Serta kebesaran hati menerima kenyataan bahwa terkadang si anak lebih 'lulut' pada 'pengasuhnya'.
say it with flower :)
Kamis, 05 November 2009
Ada apa dengan Razka 2
2 hari yang lalu Razka belum juga tidur sampai pukul 22.30 WIB. Padahal bunda sudah sangat lelah dan mengantuk. Minta susu gak diminum. Ganti minta air putih, cuma dihisap-hisap aja dot-nya. Minta disetelin TV gak ditonton, malah minta diganti-ganti channelnya. Glebakan sambil nggriyeng. Rewel banget. Urghhhh....
Meski mata mas Razka sudah 5 watt, masih aja sempet ngusilin bundanya. Hidung bunda dipencet-pencet. Tangan bunda digigit. "Wadaooowww, sakit" bunda serius lho. Bunda coba kasih tahu baik-baik, eh malah tambah menjadi-jadi. Ketika nada suara bunda meninggi, Razka menangis. Bunda merasa bersalah dan coba menghibur Razka. Tangisan Razka semakin keras, sampai bunda kehabisan akal. Cara terakhir: diam, usap-usap punggung Razka, sambil bersenandung lirih. Baru bunda melantunkan satu bait lagu pengantar tidur, tiba-tiba "hwaaaaa...." pecah tangis Razka makin keras.
Jadi ingat posting bunda tanggal 5 Oktober 2009 lalu, bahwa Razka menitikan air mata perlahan ketika mendengar bunda bersenandung. Eeehhhh sekarang malah mboar-mboar.... :C
Ada apa tho nak dengan suara bunda?
Ok kalau sudah siap mendengar lagu pengantar tidur, please let me know ya nak...
Meski mata mas Razka sudah 5 watt, masih aja sempet ngusilin bundanya. Hidung bunda dipencet-pencet. Tangan bunda digigit. "Wadaooowww, sakit" bunda serius lho. Bunda coba kasih tahu baik-baik, eh malah tambah menjadi-jadi. Ketika nada suara bunda meninggi, Razka menangis. Bunda merasa bersalah dan coba menghibur Razka. Tangisan Razka semakin keras, sampai bunda kehabisan akal. Cara terakhir: diam, usap-usap punggung Razka, sambil bersenandung lirih. Baru bunda melantunkan satu bait lagu pengantar tidur, tiba-tiba "hwaaaaa...." pecah tangis Razka makin keras.
Jadi ingat posting bunda tanggal 5 Oktober 2009 lalu, bahwa Razka menitikan air mata perlahan ketika mendengar bunda bersenandung. Eeehhhh sekarang malah mboar-mboar.... :C
Ada apa tho nak dengan suara bunda?
Ok kalau sudah siap mendengar lagu pengantar tidur, please let me know ya nak...
'Elmira' the pet lover
Di bawah ini adalah diskusi yang sedang marak dalam milis yang bunda ikuti nak... dan ternyata bunda alami juga.... :)
Setuju dengan Mbak Retno dan bundanya Sulthan.
Saya belum berani pelihara hewan, meski Razka [2 thn 3 bln] menunjukkan tanda-tanda "menyukai binatang" ;p.
Ketakutan saya terbukti karena Kelinci yang dibelikan omanya mati dalam hitungan hari. Alih-alih disayang-sayang eh malah kecekik. Kelinci kejang sesaat disusul kematiannya yang mengenaskan. Anak ayam yang dibeli sepupunya di sekolah juga mengalami nasib yang sama. Sayang... sayang... weik ciap ciap ciap lama-lama bunyinya makin lirih dan napas berhenti. Kucing persia milik Eyangnya selalu jadi sasaran untuk dikejar dan ditarik-tarik ekornya, wadaoooww... Dibawain kura-kura brazil sama ayahnya, digrujuk air banyak banget sampai tuh kura-kura kelelahan berenang. Untung gak berani pegang kura-kura jadi hewan ini lolos dari cengkeraman Razka :D
Bulan lalu Razka merengek-rengek beli ikan. Sang Oma nan baik hati mengabulkan permintaan cucunya dan membuatkan aquarium. Ikan baru datang sudah diobok-obok. Mati satu karena stress. Sekarang dia ngemis-ngemis dan minta ikannya dibuang, diganti dengan yang baru. Gak tanggung-tanggung IKAN HIU. Halah... gubrakkk. Saya ganti dengan VCD travel and living dan discovery channel mengenai ikan dan sea world saja hehehe...
Bener-bener 'Elmira' deh.... Mungkin ada baiknya menunggu si kecil mengerti merawat dan memelihara hewan ya... Meski ada sebagian batita yang sudah mengerti bahwa hewan adalah makhluk hidup yang dapat merasakan sakit dan sedih seperti manusia.
Saya lihat di b***tv, batita pada sayang banget sama hewan-hewan peliharaannya meski cuma seekor ulat kecil. Apa karena situasi kondisi masyarakat kita juga yang memang tidak biasa memperlakukan hewan sebagaimana mestinya?. Dalam masyarakat kita berlaku "lebih baik sayang ama anak orang daripada sayang ama binatang". Lihat kucing ditendang, lihat anjing ditimpuk, lihat ayam bawaannya pengen motong. Beda dengan perilaku masyarakat barat yang banyak merelakan tidak memiliki anak tapi menyayangi hewan peliharaannya seperti anak sendiri. Menyandingkan anak dan hewan peliharaannya hampir sejajar. (???!!)
Saya menyimpulkan bahwa perilaku anak kita juga banyak dipengaruhi oleh paradigma yang berlaku dimasyarakat dimana si kecil tumbuh dan berkembang. Meski bukan berarti kita sebagai orang tua mengajari secara langsung untuk berlaku jahat pada hewan. Tapi ini lebih pada lingkungan tinggal serta kebiasaan yang berlaku di masyarakat sekitar.
Sabar... sabar bukan berarti si kecil punya niat jahat khan....
Bunda yakin seiring waktu Razka akan tumbuh menjadi laki-laki penyayang, bukan berarti mengumbar rasa sayang yang dapat menyakiti orang lain lho :) [u will learn and know it son]
Setuju dengan Mbak Retno dan bundanya Sulthan.
Saya belum berani pelihara hewan, meski Razka [2 thn 3 bln] menunjukkan tanda-tanda "menyukai binatang" ;p.
Ketakutan saya terbukti karena Kelinci yang dibelikan omanya mati dalam hitungan hari. Alih-alih disayang-sayang eh malah kecekik. Kelinci kejang sesaat disusul kematiannya yang mengenaskan. Anak ayam yang dibeli sepupunya di sekolah juga mengalami nasib yang sama. Sayang... sayang... weik ciap ciap ciap lama-lama bunyinya makin lirih dan napas berhenti. Kucing persia milik Eyangnya selalu jadi sasaran untuk dikejar dan ditarik-tarik ekornya, wadaoooww... Dibawain kura-kura brazil sama ayahnya, digrujuk air banyak banget sampai tuh kura-kura kelelahan berenang. Untung gak berani pegang kura-kura jadi hewan ini lolos dari cengkeraman Razka :D
Bulan lalu Razka merengek-rengek beli ikan. Sang Oma nan baik hati mengabulkan permintaan cucunya dan membuatkan aquarium. Ikan baru datang sudah diobok-obok. Mati satu karena stress. Sekarang dia ngemis-ngemis dan minta ikannya dibuang, diganti dengan yang baru. Gak tanggung-tanggung IKAN HIU. Halah... gubrakkk. Saya ganti dengan VCD travel and living dan discovery channel mengenai ikan dan sea world saja hehehe...
Bener-bener 'Elmira' deh.... Mungkin ada baiknya menunggu si kecil mengerti merawat dan memelihara hewan ya... Meski ada sebagian batita yang sudah mengerti bahwa hewan adalah makhluk hidup yang dapat merasakan sakit dan sedih seperti manusia.
Saya lihat di b***tv, batita pada sayang banget sama hewan-hewan peliharaannya meski cuma seekor ulat kecil. Apa karena situasi kondisi masyarakat kita juga yang memang tidak biasa memperlakukan hewan sebagaimana mestinya?. Dalam masyarakat kita berlaku "lebih baik sayang ama anak orang daripada sayang ama binatang". Lihat kucing ditendang, lihat anjing ditimpuk, lihat ayam bawaannya pengen motong. Beda dengan perilaku masyarakat barat yang banyak merelakan tidak memiliki anak tapi menyayangi hewan peliharaannya seperti anak sendiri. Menyandingkan anak dan hewan peliharaannya hampir sejajar. (???!!)
Saya menyimpulkan bahwa perilaku anak kita juga banyak dipengaruhi oleh paradigma yang berlaku dimasyarakat dimana si kecil tumbuh dan berkembang. Meski bukan berarti kita sebagai orang tua mengajari secara langsung untuk berlaku jahat pada hewan. Tapi ini lebih pada lingkungan tinggal serta kebiasaan yang berlaku di masyarakat sekitar.
Sabar... sabar bukan berarti si kecil punya niat jahat khan....
Bunda yakin seiring waktu Razka akan tumbuh menjadi laki-laki penyayang, bukan berarti mengumbar rasa sayang yang dapat menyakiti orang lain lho :) [u will learn and know it son]
Langganan:
Postingan (Atom)